TINGKATKAN LITERASI MEMBACA BERSAMA SEWA BUKU EXPERTARINA BOJONEGORO

Bacalah! adalah kata pertama pada wahyu pertama umat Islam yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. Allah memerintahkan manusia untuk membaca. Membaca adalah cara untuk mengenali dunia dan pencipta-Nya. Dengan membaca, kita bisa mempelajari hal baru. Dengan membaca, kita bisa melihat sesuatu yang belum bisa dilihat seperti seorang Armin Arlert (Attack on Titan) yang tahu bahwa di dunia ini ada lautan dari buku kakeknya. Membaca karya tulis fiksi secara rutin mampu meningkatkan nalar dan memahami logika. Logika akan membawamu dari A hingga Z. Sedangkan imajinasi akan membawamu ke semua tempat. Dan di sinilah, Anda bisa menemukan apapun yang ada di dalam planet ini. 

Sayangnya, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. 

Hasil PISA 2022 Indonesia menunjukkan peningkatan 5-6 peringkat dibanding tahun 2018. Indonesia naik 5 posisi pada bidang literasi dan matematika, serta 6 posisi pada bidang sains. Pada tahun 2022, PISA diikuti oleh 81 negara, yang terdiri dari 37 negara OECD dan 44 negara mitra. PISA atau Programme for International Student Assessment (PISA) adalah survei kualitas pendidikan yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Penilaian ini diberikan kepada siswa di usia 15 tahun yang mencakup kepandaian literasi, matematika, dan sains siswa.

Kabar gembiranya, Indonesia masuk ke peringkat 4 sebagai negara dengan jumlah siswa tangguh tertinggi di dunia. Yang dimaksud siswa tangguh adalah para murid yang berasal dari keluarga-keluarga miskin, dari keluarga-keluarga yang kurang beruntung, dan masih menunjukkan hasil prestasi yang benar-benar bagus. Dilansir dari DetikEdu, Andreas Schleicher selaku Director of Education and Skills Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengaku takjub dengan capaian Indonesia di mana menjadi salah satu negara dengan jumlah siswa tangguh tertinggi.

Artinya, banyak penduduk Indonesia yang ingin belajar lebih banyak, ingin membaca lebih banyak namun mereka terkendala biaya. Ada sebagian masyarakat yang menganggap harga buku mahal padahal mereka sangat ingin membaca buku. Mereka bisa membaca buku gratis jika mau meminjam ke perpustakaan umum. Sayangnya, perpustakaan terbaik hanya ada di pusat kota yang jaraknya jauh. Jumlah perpustakaan di Indonesia pada tahun 2022 adalah 158.364. Jumlah yang sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia dan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan. 

Di Kabupaten Bojonegoro hanya ada 1 perpustakaan umum. Untungnya, masih ada beberapa tempat persewaan buku yang dikelola perorangan di Bojonegoro. Di Bojonegoro juga ada tempat peminjaman buku gratis yang dikelola oleh cafe dan tempat makan. Apakah semua ini cukup untuk meningkatkan literasi membaca? Tentu saja belum. 

Sewa Buku Expertarina Bojonegoro hadir untuk membantu meningkatkan literasi membaca Indonesia yang dimulai dari Kabupaten Bojonegoro. Literasi membaca adalah kemampuan seseorang dalam memahami bacaan maupun tulisan guna mendapatkan informasi. Cara awalnya, dengan membantu masyarakat Bojonegoro menemukan buku favoritnya. Langkah berikutnya adalah membangun kebiasaan membaca buku melalui “Tantangan Membaca 30 Hari”. 

Sewa Buku Expertarina Bojonegoro juga berusaha meminimalisir penghalang masyarakat untuk membaca buku. Harga buku mahal? Sewa buku saja di Expertarina Bojonegoro. Anda sibuk? Kami antar bukunya dan tidak apa-apa jika hanya bisa membaca 1 paragraf perhari. Jika waktu penyewaan habis, Anda bisa melakukan perpanjangan dengan syarat tidak ada orang yang mengantre buku yang Anda sewa. Ada denda Rp.20.000/hari/buku jika buku terlambat dikembalikan. Tolong buku dikembalikan tepat waktu. Jika Anda enggan baca buku karena gangguan penglihatan, kami sediakan sewa lup gratis di paket sewa tertentu.

Pada April 2024, Sewa Buku Expertarina Bojonegoro melakukan survei pada 100 responden Populix di Jawa Timur. Hasilnya, 48 dari 100 responden masih suka membaca buku. Dari 48 responden yang suka baca buku, ada 36 responden berusia 18-30 tahun. Dari 48 responden, ada 26 responden yang memiliki status ekonomi menengah dan ada 15 responden yang memiliki status ekonomi atas. Mayoritas responden bekerja penuh waktu. Artinya, masih ada harapan untuk meningkatkan literasi membaca di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.

Tinggalkan komentar